‘Kesultanan Majapahit, Fakta Sejarah Yang Tersembunyi’


Seorang sejarawan pernah berujar bahwa sejarah itu adalah versi atau sudut pandang orang yang membuatnya. Versi ini sangat tergantung dengan niat atau motivasisi pembuatnya. Barangkali ini pula yang terjadi dengan Majapahit, sebuah kerajaan maha besar masa lampau yang pernah ada di negara yang kini disebut Indonesia. Kekuasaannya membentang luas hingga mencakup sebagian besar negara yang kini dikenal sebagai Asia Tenggara.

Namun demikian, ada sesuatu yang ‘terasa aneh’ menyangkut kerajaan yang puing-puing peninggalan kebesaran masa lalunya masih dapat ditemukan di kawasan Trowulan Mojokerto ini. Sejak memasuki Sekolah Dasar, kita sudah disuguhi pemahaman bahwa Majapahit adalah sebuah kerajaan Hindu terbesar yang pernah ada dalam sejarah masa lalu kepulauan Nusantra yang kini dkenal Indonesia. Inilah sesuatu yang terasa aneh tersebut. Pemahaman sejarah tersebut seakan melupakan beragam bukti arkeologis, sosiologis dan antropologis yang berkaitan dengan Majapahit yang jika dicerna dan dipahami secara ‘jujur’ akan mengungkapkan fakta yang mengejutkan sekaligus juga mematahkan pemahaman yang sudah berkembang selama ini dalam khazanah sejarah masyarakat Nusantara.


‘Kegelisahan’ semacam inilah yang mungkin memotivasi Tim Kajian Kesultanan Majapahit dari Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pengurus Daerah Muhammadiyah Yogyakarta untuk melakukan kajian ulang terhadap sejarah Majapahit. Setelah sekian lama berkutat dengan beragam fakta-data arkeologis, sosiologis dan antropolis, maka Tim kemudian menerbitkannya dalam sebuah buku awal berjudul ‘Kesultanan Majapahit, Fakta Sejarah Yang Tersembunyi’.

Buku ini hingga saat ini masih diterbitkan terbatas, terutama menyongsong Muktamar Satu Abad Muhammadiyah di Yogyakarta beberapa waktu yang lalu. Sejarah Majapahit yang dikenal selama ini di kalangan masyarakat adalah sejarah yang disesuaikan untuk kepentingan penjajah (Belanda) yang ingin terus bercokol di kepulauan Nusantara.

Akibatnya, sejarah masa lampau yang berkaitan dengan kawasan ini dibuat untuk kepentingan tersebut. Hal ini dapat pula dianalogikan dengan sejarah mengenai PKI. Sejarah berkaitan dengan partai komunis ini yang dibuat dimasa Orde Baru tentu berbeda dengan sejarah PKI yang dibuat di era Orde Lama dan bahkan era reformasi saat ini. Hal ini karena berkaitan dengan kepentingan masing-masing dalam membuat sejarah tersebut.

Dalam konteks Majapahit, Belanda berkepentingan untuk menguasai Nusantara yang mayoritas penduduknya adalah muslim. Untuk itu, diciptakanlah pemahaman bahwa Majapahit yang menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia adalah kerajaan Hindu dan Islam masuk ke Nusantara belakangan dengan mendobrak tatanan yang sudah berkembang dan ada dalam masyarakat.

Apa yang diungkapkan oleh buku ini tentu memiliki bukti berupa fakta dan data yang selama ini tersembunyi atau sengaja disembunyikan. Beberapa fakta dan data yang menguatkan keyakinan bahwa kerajaan Majpahit sesungguhnya adalah kerajaan Islam atau Kesultanan Majapahit adalah sebagai berikut:

1. Ditemukan atau adanya koin-koin emas Majapahit yang bertuliskan kata-kata ‘La Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah’. Koin semacam ini dapat ditemukan dalam Museum Majapahit di kawasan Trowulan Mojokerto Jawa Timur. Koin adalah alat pembayaran resmi yang berlaku di sebuah wilayah kerajaan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa sangat tidak mungkin sebuah kerajaan Hindu memiliki alat pembayaran resmi berupa koin emas bertuliskan kata-kata Tauhid.



2. Pada batu nisan Syeikh Maulana Malik Ibrahim yang selama ini dikenal sebagai Wali pertama dalam sistem Wali Songo yang menyebarkan Islam di Tanah Jawa terdapat tulisan yang menyatakan bahwa beliau adalah Qadhi atau hakim agama Islam kerajaan Majapahit. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Agama Islam adalah agama resmi yang dianut oleh Majapahit karena memiliki Qadhi yang dalam sebuah kerajaan berperan sebagai hakim agama dan penasehat bidang agama bagi sebuah kesultanan atau kerajaan Islam.

3. Pada lambang Majapahit yang berupa delapan sinar matahari terdapat beberapa tulisan Arab, yaitu shifat, asma, ma’rifat, Adam, Muhammad, Allah, tauhid dan dzat. Kata-kata yang beraksara Arab ini terdapat di antara sinar-sinar matahari yang ada pada lambang Majapahit ini.

Untuk lebih mendekatkan pemahaman mengenai lambang Majapahit ini, maka dapat dilihat pada logo Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, atau dapat pula dilihat pada logo yang digunakan Muhammadiyah. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Majapahit sesungguhnya adalah Kerajaan Islam atau Kesultanan Islam karena menggunakan logo resmi yang memakai simbol-simbol Islam.

4. Pendiri Majapahit, Raden Wijaya, adalah seorang muslim. Hal ini karena Raden Wijaya merupakan cucu dari Raja Sunda, Prabu Guru Dharmasiksa yang sekaligus juga ulama Islam Pasundan yang mengajarkan hidup prihatin layaknya ajaran-ajaran sufi, sedangkan neneknya adalah seorang muslimah, keturunan dari penguasa Sriwijaya. Meskipun bergelar Kertarajasa Jayawardhana yang sangat bernuasa Hindu karena menggunakan bahasa Sanskerta, tetapi bukan lantas menjadi justifikasi bahwa beliau adalah seorang penganut Hindu.

Bahasa Sanskerta di masa lalu lazim digunakan untuk memberi penghormatan yang tinggi kepada seseorang, apalagi seorang raja. Gelar seperti inipun hingga saat ini masih digunakan oleh para raja muslim Jawa, seperti Hamengku Buwono dan Paku Alam Yogyakarta serta Paku Buwono di Solo.

Di samping itu, Gajah Mada yang menjadi Patih Majapahit yang sangat terkenal terutama karena Sumpah Palapanya ternyata adalah seorang muslim. Hal ini karena nama aslinya adalah Gaj Ahmada, seorang ulama Islam yang mengabdikan kemampuannya dengan menjadi Patih di Kerajaan Majapahit. Hanya saja, untuk lebih memudahkan penyebutan yang biasanya berlaku dalam masyarakat Jawa, maka digunakan Gajahmada saja. Dengan demikian, penulisanGajah Mada yang benar adalah Gajahmada dan bukan ‘Gajah Mada’.

Pada nisan makam Gajahmada di Mojokerto pun terdapat tulisan ‘LaIlaha Illallah Muhammad Rasulullah’ yang menunjukkan bahwa Patih yang biasa dikenal masyarakat sebagai Syeikh Mada setelah pengunduran dirinya sebagai Patih Majapatih ini adalah seorang muslim.

5. Jika fakta-fakta di atas masih berkaitan dengan internal Majapahit, maka fakta-fakta berikut berhubungan dengan sejarah dunia secara global. Sebagaimana diketahui bahwa 1253 M, tentara Mongol dibawah pimpinan Hulagu Khan menyerbu Baghdad. Akibatnya, Timur Tengah berada dalam situasi yang berkecamuk dan terjebak dalam kondisi konflik yang tidak menentu.

Dampak selanjutnya adalah terjadinya eksodus besar-besaran kaum muslim dari TimurTengah, terutama para keturunan Nabi yang biasa dikenal dengan‘Allawiyah. Kelompok ini sebagian besar menuju kawasan Nuswantara (Nusantara) yang memang dikenal memiliki tempat-tempat yang eksotis dan kaya dengan sumberdaya alam dan kemudian menetap dan beranak pinak di tempat ini. Dari keturunan pada pendatang inilah sebagian besar penguasa beragam kerajaanNusantara berasal, tanpa terkecuali Majapahit.

Inilah beberapa bukti dari fakta dan data yang mengungkapkan bahwa sesungguhnya Majapahit adalah Kesultanan Islam yang berkuasa di sebagian besar kawasan yang kini dikenal sebagai Asia Tenggara ini. Sekali lagi terbukti bahwa sejarah itu adalah versi, tergantung untuk apa sejarahitu dibuat dan tentunya terkandung di dalamnya beragam kepentingan.Wallahu A’lam Bishshawab. Hanya Tuhan Yang Maha MEngetahui .... [sejarah-kompasiana]

45 komentar:

islamic neutron mengatakan...

Maaf ya. Saya kurang arif hubungan Sriwijaya dengan Majapahit bahkan garisan masanya.

Tetapi, kita diperlihatkan dengan arkelogi sejarah seperti Angkor Wat, Borobudur, dan golongan Brahmin dalam kerajaan tersebut.

Bisa engggak anda jelasin?

Sekian terima kasih,
wasalam

Forlan mengatakan...

Subhanallah, Islam akan kembali jaya di nusantara

andi mengatakan...

tlong di cantum kan sumber yang jelas.

Anonim mengatakan...

wah, perlu riset sejarah yg sangat serius nih..

bisa jadi kedatangan cheng-ho bersama armada muslimnya itu diantaranya mrpk kunjungan persahabatan (silaturahmi) dgn kerajaan majapahit yg pemerintahannya muslim..

barangkali perpecahan dan perseteruan antar bangsawan majapahit yg mengakibatkan runtuhnya majapahit antara lain juga disebabkan krn perbedaan sistem keyakinan yg mereka anut..

pihak muslim yg barangkali waktu itu mulai tersisih pasca mundurnya gajahmada dan matinya hayamwuruk, dlm perkembangannya lantas berkonsolidasi dgn mendirikan kerajaan demak, utk kemudian memerangi sisa2 lawan politiknya dan mempersatukan pulau jawa..

sementara sisa2 pihak majapahit yg kalah sebagian besar menyingkir ke bali, sedangkan sebagian kecil lainnya terjebak di pegunungan tengger dan pegunungan kendeng..

hmm.. sangat menarik...

Anonim mengatakan...

wah, perlu riset sejarah yg sangat serius nih..

bisa jadi kedatangan cheng-ho bersama armada muslimnya itu diantaranya mrpk kunjungan persahabatan (silaturahmi) dgn kerajaan majapahit yg pemerintahannya muslim..

barangkali perpecahan dan perseteruan antar bangsawan majapahit yg mengakibatkan runtuhnya majapahit antara lain juga disebabkan krn perbedaan sistem keyakinan yg mereka anut..

pihak muslim yg barangkali waktu itu mulai tersisih pasca mundurnya gajahmada dan matinya hayamwuruk, dlm perkembangannya lantas berkonsolidasi dgn mendirikan kerajaan demak, utk kemudian memerangi sisa2 lawan politiknya dan mempersatukan pulau jawa..

sementara sisa2 pihak majapahit yg kalah sebagian besar menyingkir ke bali, sedangkan sebagian kecil lainnya terjebak di pegunungan tengger dan pegunungan kendeng..

hmm.. sangat menarik...

tyas sastrowidjojo mengatakan...

Akhirnya ada yg menulis

beberapa hari ini saya selalu bertanya-tanya setelah membaca buku Matematika Islam 3 yg ditulis KH. Fahmi Basya.
didalamnya terkuak misteri besar kerajaan Saba (masa nabi Sulaiman) lantas kaitannya dengan Wonosobo, Borobudur bahkan Majapahit. kesemuanya tertera didalam al-quran.

makanya mengapa didaerah Yogyakarta ada kota bernama Sleman, dan sebagainya.

terimakasih banyak artikelnya, sy izin copas.
jk ada hal lain yg berkenaan dg hal ini, mohon hubungi sy di email tyassastrowidjojo@yahoo.com ataw akun fb: elok nugrahini hartaningtyas

terimakasih.

lim mengatakan...

maaf kalo saya mungkin salah, jadi bila gajah mada adalah seorang muslim dan majapahit adalah keraan islam. bisa saja dijaman yang sama kerajaan lain di nusantara juga sudah memeluk agama islam. contohnya kerajaan minang kabau di sumatra. karena putra mahkotanya Adityawarman pernah menjadi Wirdamatri di maja pahit ( setelah pulang Adityawarman dinobatkan menjadi Raja Minang kabau bergelar Sutan Rumandung)

michael mengatakan...

kalau menurut saya simpel saja kalau islam berjaya waktu itu kenapa yang bermunculan candi candi yg megah ,kok tdk masjid yg megah, justru banyak masjid di bawah tanah,artinya memang islam ada waktu itu tetapi karena pemimpinya bukan islam sehingga islam terhambat penyebaranya,tetapi mereka antara hindhu dan islam hidup saling berdampingan,karena di tempat saya jauh sebelum mojopahit memerintah itu sudah ada makam islam terbukti dengan tulisan tahun dengan tulisan Arab,sehingga saya sangant setuju sekali kalau di era mojopahit ada tulisan Bhineka Tunggal Ika yang di pergunakan samapi sekarang...Trims.....

michael mengatakan...

saya jadi bingung ni....katanya mojopahit kerajaan kasultanan kok yang berddiri candi candi yg megah,mestinya masjid dong bagus bagus,justru di jaman mojopahit berdiri masjid di bawah tanah....gimana ini yg benar....
kalau soal Islam Jauh mojopahit berdiri di desa saya sudah ada islam yg berkelompok terbutki dengan adanya makam yg di sinyalir namanya syech Soleh Mansur konon katanya sesepuh desa kala itu,Laa.. yang kedua ada makam yang bertulis tahun dengan huruf Islam tahun 1226 tapi gak tahu namanya....mana nii yg di percaya................?

Mamad Taufik mengatakan...

Nice info gan. Kesultanan Majapahit memang terasa lebih gagah dan pas daripada Kerajaan Majapahit.
Mgkin itu benar. Ntahlah.
Tapi yang pasti, kebenaran akan terungkap cepat atau lambat.
Namun yg pasti juga, Majapahit telah menorehkan sejarah besar nya sebagai Negara besar yang ada di bumi Nusantara setelah Sriwijaya.
Kelak, garis teritorial majapahit-lah yang kemudian dijadikan acuan berdirinya sebuah negara baru yang bernama INDONESIA!
mamadtaufik80.blogspot.com

Anonim mengatakan...

Saya tetap berpendapat bahwa kerajaan majapahit adalah kerajaan yang bercorak hindu budha . . hal ini terlihat dalam bukti2 candi . serta makam raja2 terdahulu yang masih menggunakan candi sebagai tempat persemayaman raja . . mungkin info yang ada diatas merupakan saat2 mulainya kemunduran majapahit . . yang merupakan awal berdirinya kerajaan Demak yang merupakan kerajaan bercorak islam . . hal ini terbukti dengan kematian raja terakhir kerajaan Majapahit yaitu Brawijaya V yang sudah memeluk Islam . . dengan makam brawijaya V yang bercorak islam . . Islam memang sudah ada dimajapahit akan tetapi belum mengalami penyebaran yang begitu cepat karena agama hindu-budha masih menjadi agama mayoritas saat itu dan yang menyebarkan agama islam saat itupun masih berupa pedagang2 dari arab . .

rizky mengatakan...

Artikel yg sangat bagus dan harus disebarluaskan dalam bentuk buku dan seminar. ada tambahan dari saya: Raden Wijaya Nalaraja --> ini nama aslinya, adalah bangsawan kerajaan sunda yg diperintah utk mengusir org mongol dari wilayah jawa sebelah timur (dahulu jawa dibagi menjadi barat dan timur, dgn wilayah mataram (negeri atau wilayah ibu; tanah air tanah milik bumi; kabhumian --> kebumen) sebagai daerah yg tdk boleh dikuasai pr penguasa tanah jawa). kepercayaan yg diyakini oleh org dulu adalah keyakinan thd satu Tuhan, satu Penguasa Tunggal semesta, yg oleh org Islam dikenal dgn nama ALLAH. ketika Islam menyebar di tanah Jawa, para pemeluk Hindu-Budha golongan Syiwa melihat Islam (termasuk simbolnya, seperti: ALLAH dlm bhs Arab terlihat sbg lafal "OM" dlm agama hindu-budha) agama penyempurna kepercayaan yg telah dianut. sehingga tdk aneh jika pada masa Majapahit, di era hayam wuruk-gajahmada, Islam telah berkembang pesat. namun pada masa awal pendirian majapahit Islam nampaknya belum sepenuhnya dianut. kebanyakan menganut agama hindu-budha dan kepercayaan lama yg meyakini adanya satu Tuhan (keyakinan yg sama dgn Islam, hanya berbeda jalan atau syariat peribadatannya saja).

Anonim mengatakan...

pENGUNGKAPAN SEJARAH TIDAK CUKUP HANYA DENGAN PENELITIAN BENDA2 SEJARAH,,,,,

Anonim mengatakan...

insyaALLAH kelak majapahit akan kembali muncul dendan ditemukannya kmbali candi2 tp bkn dlm bentuk kesultanan/kerajaan tapi islam sesuai dengan perkataan sabda panon,bhwa suatu saat tuntunan yg hilang akan hidup kenbali yaitu islam melalui para walinya,trims

A.Fathi mengatakan...

mana boleh saya dapat buku ini?

Anonim mengatakan...

saya kira kita perlu meneliti ulang semua candi2 yg KATANYA dibangun pada masa kerajaan hindu Majapahit hasil penelitian/riset orang2 belanda terdahulu (demi kepentingan mereka). saya yakin dgn cara ini akan bisa terkuak rahasia sebenarnya berapa umur candi itu dibuat berikut apa benar candi2 yg dimaksud dibangun pada jaman kerajaan HINDU Majapahit yg sebenarnya tidak ada. ingat sejarah bisa direkayasa demi kepentingan penguasa.

Anonim mengatakan...

Itu hanya preseden saja karena menurut umat muslim jaman sebelum islam adalah jaman kebodohan alias jahiliyah hingga orang2(kelompok) ini mencari materi untuk acara muktamar yang memberi wawasan bahwa Majapahit adalah kerajaan Islam bukan Hindu budha..
Jadi saya perlu beri nasehat,knp malu mengakui leluhur2 sendiri yang menghasilkan karya sedemikian besar dan agung itu bukan dari kerajaan muslim namun Hindu Budha..

syahruramadhani mengatakan...

apa yg tertulis di atas masih dalam tahap pencarian.. karena sejarawan belanda yg "memalsukan" sejarah kita tdk aakn mmbiarkan begitu saja sejarah itu terungkap kebenarannya..
oleh karena itu masih perlu pencarian dan pengkajian sana sini..

Anonim mengatakan...

Ga tau ya mana yang benar..tapi yang jelas PARAMISORA atau juga dikenal PARAMESWARA adalah seorang pangeran majapahit yang seorang muslim kemudian mendirikan kerajaan malaka yang menjadi malaysia sekarang. Kerajaan malaka juga menurunkan kerajaan melayu sumatera seperti kesultanan deli dan kesultanan aceh.

Adek mengatakan...

Dari Namanya Saja parameswara dimana itu adalah kata2 dari bahasa sansekerta yang bercorakan Hindu ataupun Budha..Mungkin benar kata salah satu komentar teman kita diatas bahwa itu semua adalah awal mula runtuhnya kerajaan majapahit yang mejadi kerajaan Demak...Saya tetap yakin bahwa Majapahit adalah Kerajaan Hindu,sangat banyak bukti2 yang jelas..Justru tulisan2 seperti ini yang terkesan mengada2 bahwa semua utk kepentingan Belanda dan begitu saja memberi preseden yang disebarluaskan hanya agar diakui bahwa agamanya lah yang paling hebat..

Cakrawiguna mengatakan...

Mainin aja games EU : For The Glory. Tuh nuatan orang yg ahlinya sejarah gak asal NJEPLAK. Wasll

Anonim mengatakan...

PUJI ALLAH,MEMANG BENAR DARI GARIS KETURUNAN KENTURA di nusantara ini akan bangkit darusalam ke II.puji tuhan allah abraham

wiscak mengatakan...

Otentik....?

kinoi mengatakan...

YOGA....mampir juga disini.

Anonim mengatakan...

tidak usah meributkan sejarah masa lalu yang sama sama tidak kita ketahui kebenaran nya tengok saja kedalam diri sendiri

ade mengatakan...

sebenernya ini adalah karangan manusia biasa , sejarah tetep sejarah hanya manusia saja yang memutar balikkan sejarah . hanya tuhan yang tahu ! gampak kok tinggal nulis makalah jadilah karangan !!!!

Magnificent mengatakan...

tenang gan , suatu saat nanti pasti akan terkuak , langkah pertama jelas kita harus membangun kekuatan dalam diri ( tengok diri / introspeksi diri ) untuk bersiap2 kedatangan masa dimana KEBENARAN AKAN MENGHANCURKAN KEDUSTAAN :)

sunny-live mengatakan...

jika benar majapahit adalah kesultanan islam, mungkin borobudur dibangun supaya menjadi kiblat persembahyangan islam. patut dipertimbangkan untuk menjadikan borobudur sebagai kiblat persembahyangan muslim indonesia

Anonim mengatakan...

Kalo belanda bilang hindu, Muhammadiyah bilang islam, nanti orang komunis bilang itu bikinan kakek moyangnya karl marx....terserah elu dah!

Anonim mengatakan...

Ciri khas kebodohan rakyat kita adalah cenderung menolak apa2 yg baru diketahuinya tanpa mau meneliti sendiri lbh dlm, bila tdk menerima pemahaman diatas...tak perlu kita saling menjelekkan atau menuduh yg bukan2 antar sesama kita.
Tak perlu ber-negativ thinking kpd Penulis artikel ini.

Buat Sang Penulis, saya berikan A+ kpd anda karena anda adalah salah 1 org yg msh peduli dgn sejarah & kebudayaan Nusantara meski gerus perkembangan zaman mungkin menjd penghalang.

Kami dr Sumatra, Salam hangat...
Teruslah berjuang krn Titik kebangkitan/Nur/Cahaya yg ada di Sumatra tengah telah bangkit, dan ini adalah Simbol utk kebangkitan Nusantara yg memang akan dimulai dr Sumtra dan seterusnya ke Jawa, Kalimantan, Sulawesi hingga ke Papua.
Rintislah kebangkitan ini dgn hal yg positiv, bangkitkan kembali keluhuran lama, satukan hati.

Salah 1 Kabar kebangkitan ini diberitakan oleh Gaib dr Sumatra utara utk Sumatra Tengah yg msh bersilsilah dgn Raja2 trdahulu.
Kebangkitan Sumatra dmulai dr Sumatra tengah, insyaAllah begitupun utk Jawa yg akan bangkit dr Jawa tengah.

Maaf bila mungkin ada yg kurang berkenan.
Wasalam!

Anonim mengatakan...

Hehehee.,.......kisah dongeng paling lucu abad ini !!

Anonim mengatakan...

dimana bisa mendapatkan bukunya?

kalo ada mohon di infokan ke : wsdoang@yahoo.com

thanks.

Hyang Djogor Manic mengatakan...

wahh bru tau saya,trnyata umat muslim jg memuja menghormati leluhur,buktinya Kesultanan Majapahit banyak mendirikan candi btw masjid Agung Kesultanan Majapahitnya dimana yaw ??????

Anonim mengatakan...

Sejarah memang relatif dan cenderung membingungkan ...makanya saya belajar matematika

Anonim mengatakan...

tidak mungkin kita dapatkan sesuatu hal yang falid dari sebuah sejarah. menurut saya, apapun itu, berbasiskan agama apakah itu, itu bukanlah masalah.

kenapa kita hrs memikirkan kebesaran majapahit berdasarkan sebuah agama, kenapa kita tidak berpikir itu merupakan kebesaran dari leluhur bangsa ini, jadikanlah itu sebagai salah satu tolak ukur untuk menjadikan bangsa ini bersatu dan lebih maju, setidaknya kita pernah tahu, bahwa bangsa ini adalah bangsa yang besar, dan hari inipun fakta itu tidak berubah, hanya saja kita msih belum mampu melawan hegemoni bangsa barat. majulah bangsaku!

Anonim mengatakan...

Berbicara ttg kerajaan majapahit alangkah baiknyaa jikakonteks agama nya di lepas dulu,krn yg intinya adalah bgmn kerajaan ini bisa di takuti ALnya negara2 lain pada masa itu,krna saya sempat baca Wkt di Amsterdam,pada jaman thn itu belanda dan para jendral Nya pun masih mikir2 mau masuk ke majapahit
,jd kalo bicara ttg agama dalam konteks sejarah akan lebih indah tanpa neko2 agama pun,,tp tekad Dan semangat untuk satu kan nusantara pada kala itu,MERDEKA

Anonim mengatakan...

"Om Vaisvanaraya Vidmahe Lalelaya Dhimahi Tanno Agnih Pracodayat...."

all will be revealed on the time....

Anonim mengatakan...

http://adangsetiawan.wordpress.com/2010/11/08/majapahit-adalah-bukan-kesultanan-islam/

Anonim mengatakan...

kembali ke masalah pertama.

"... sejarah itu adalah versi atau sudut pandang orang yang membuatnya. Versi ini sangat tergantung dengan niat atau motivasisi pembuatnya"

kira2 buku itu, atau tulisan ini dibuat untuk "kepentingan" apa?

Anonim mengatakan...

heran>>>>...!!! mungkin peneliti yang melakukan penelitian itu adalah orang yang gk belajar sejarah.anak tkpun tau bahwa candi itu produk budaya hindu dan budha.coba anda liat di tempat lahirnya islam apakah ada masjid yang berbentuk candi.dalam kesusastraan lampau tidak ada disebutkan islam kecuali dalam babad darmogandul yang mengacu pada keruntuhan majapahit karena masuknya islam.bahkan dalam sebuah buku pernah saya baca bahwa orang2 penganut islam dulu sengaja menghacurkan candi2 tersebut karena dianggap musrik..

Anonim mengatakan...

Klaim terus ampe habis ...
Sudah jelas Majapahit kerajaan Hindu Budha
Tapi buat pembenaran yang disalahkan Belanda

Jamora mengatakan...

terimaksih Muhammadiyah.saya percaya dgn semua tulisan ini.majapahit tdk membangun candi.candi yang ada adalah peninggalan kerajaan hindu sebelumnya.dan islam melarang merusak/menghancurkan rumah2ibadah dari agama lain.itulah sbbnya candi2itu masih terpelihara sampi sekarang.

Anonim mengatakan...

Setelah mendengar adanya Gerakan kolonialisme dari orang kafir eropa, maka kesultanan diboyong ke Demak agar mudah untuk menghadang laju kolonialisme dari bangsa eropa. Leluhur kita siap menghadapi serangan dari penjajah kafir eropa.

Anonim mengatakan...

yang bener gmn sih? wah nyesal ak lahir terlambat... andai ak lahir pd jaman itu,ga mungkin skrg ak masih hidup ... he he he he..

Anonim mengatakan...

lama2 terdengar SARA neh.....biar apapun agamanya dan sejarahnya....kita sebagai manusia hrs hidup secara berdampingan....apapun kepercayaan org hrs kita hormati...klo bersikukuh hrs islam no 1 hidup saja di arab,,,klo bersikukuh hindu no 1 hidup saja di india.ato kristen no 1 hidup saja di israel dan klo jga budha no 1 hidup aja di china ga ush di INDONESIA negara yg sangat menghargai perbedaan agama....sejarah klo mw di buktikan ya buktikan dg bukti lah....saya org islam...dan saya menghargai perbedaan..klo begini trs bakal jadi perang antar beragama klo tll yakin dg keyakinan sendiri yg blm tentu sama dg keyakinan org laen....intinya klo emang sejarah seperti itu hrs disertai dg bukti yg jelas.....allah maha tw....jgn membuat pepecahan dg saudara2 kita....wassalam.....

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Blog Misterius di Facebook

Misteri Alien UFO

Daftar Blog Hot

About

Membahas semua yang berhubungan dengan misteri, aneh, langka, sejarah, pra sejarah, mitos, legenda, masa lalu, asal-usul, teka-teki, tanda-tanya, ufo, misterius, tidak masuk akal, masa depan, ramalan, kuno